Negeri Di Atas Awan | Magetan


Negri Di Atas Awan..
ya.. Mungkin aku tidak berlebihan jika aku menyebutnya begitu.
Alami..Asri..Ramah..begitulah perasaan ketika aku singgah di sini
      Mungkin sahabat ada yang pernah singgah kesini ?,mungkin juga ada yang belum?!dan bagi yang belum jangan di skip ya videonya,mungkin menjadi solusi terbaik menikmati pesona Negri di atas Awan. 
     ketika berada di sini memang benar benar aku berada diatas awan..awan dan mendung berada di bawah desa ini.karna letak geografisnya di pegunungan cukup tinggi,cukup dingin.
     awalnya,aku di pameri foto yg sangat menarik oleh temanku yg bernama Colis,,tentang dimana desa yg seolah seperti negri di atas awan.naah Colis ini salah satu teman yg pernah aku ajak membuat video keindahan Alam desa Randugede dan desa sidomukti.
     setelah tau dimana desa itu dari colis,aku teringat ada salah teman yg istrinya asli situ.dengan gerak cepat langsung aku paksa,bukan lagi aku ajak!tapi benar benar memaksa dengan penuh MaMel alias (Macak Melas)
     Sukses memaksa langsung aku ajak berangkat..temanku bernama Widodo biasa aku panggil kang WD.
     kurang lebih satu jam setengah jam dari Kec.Pllaossan akirnya sampai juga.Karna mertua kang WD rumahnya juga disini skalian mampir,temu kangen..sambil numpang istirahat sejenak sehabis perjalanan yg naik turun penuh tikungan mesra.
     Bak gayung bersambut ada teman kang WD yg waktu itu gak ada jadwal kerja yg mau nemenin berkelana,,mas saroso namanya..mas saroso langsung mengajak  ke air terjun tirtojiwo begitu mas saroso menyebut nama air terjun itu.
      untuk mempersingkat waktu dan ada 3 tempat yg menarik yg akan kita kunjungi kami ber 3 bergegas berangakt menuju air terjun tirtojiwo.
      menyusuri jalan setapak menuju air terjun tirto jiwo memang perlu exstra hati2,jalan naik turun trek yg curam menjadi tantangan tersendiri.namun aku seakan tidak perduli karna sepanjang perjalanan terbentang keindahan alam yg masih alami,benar benar memanjakan mata..tapi kami harus tetap konsentrasi menapak kan kai perlahan menyusuri jalan yg menantang
     aku kira perjalanan gak sejauh ini,berjalan hampir 1jam tanpa henti blm juga sampai air terjun yg kita tuju.seketika aku teringat aku tidak membawa bekal yang cukup.hanya 1 btol air mineral ber ukuran nanggung yg harus di bagi bertiga.mengingatkan pengalaman yg fatal ketika naik gunung blego.
      jam 3 sore akirnya kita sampai air terjun yg cukup tinggi dan masih alami,,,Tirto jiwotanpa pikir lama aku dan kang wd segera ber aksi.berfoto dan berselfi..sebenarnya alat perekam yg paling penting dlm berpetualang adalah mata dan hati,namun terkadang Camera harus ikut andil menunjukkan exsistensinya hahhah
     setelah beristirahat kurang lbh 5 menit kami berbegas naik bukit kembali,karna aku tidak mau ketinggalan momentum matahari terbenam di negri sembilan yg terkenal sangat menawan.
     kurang lebih perjalanan kembali 1jam,sampai atas kang saroso mengajak lagi ke air terjun tirtosari.yang awalnya aku sedikit menolak karna alasan sudah pukul 4sore,lagi2 dengan alasan takut kehilangan momentum keindahan matahari terbenam.
    mas saroso meyakinkan yg air terjun tirtosari tidak terlalu jauh asal tidak terlalu lama beristirahat kita bisa dapat momentum sunsetnya,akirnya y sudahlah nanggung juga sudah jauh2 kesini jika ada yg terlwatkan.
   tidak mau terulang kekonyolan kehabisan bekal entah itu air atau makanan,aku membeli beberapa makanan yg ada.
    memang pandangan setiap orang berbeda,mas saroso mengatakan gak jauh kok dekat saja,itu menurut mas saroso.yang sudah terbiasa dan sering menyusuri jalan2 nya.sedangkan aku berjalan tanpa henti dengan trek naik turun hampir 2 jamberjalan kaki mungkin tidak juga bisa aku sebut dekat.
     yang artinya mungkin jika kita sering terlatih dengan rasa sakit,terbiasa dengan hal yg mungkin bisa di kata mengecewakan..!dan kita mampu menerima semua itu penuh keiklasan hati kita tentunya pasti akan semakin kuat,menahan tekanan hidup yg terkadang tak menentu.
    ada teman yg menyebut aku petualang amatir,selalu meninggalkan bekal ketika berkelana.haaa anda salah sobat,aku hanya pemuda sedikit gemuk yg mencoba untuk diet..!!!dengan cara berkelana tanpa bekal
    akirnya sampai juga air terjun tirto sari,,lagi lagi kamerapun segera beraksi...
setelah puas menikmati air terjun tirto sari,kami tak mau berleha leha terlalu lama.jam menunjukkan pukul setengah 6 sore.aku segera mengajak kang wd dan mas saroso turun agar dapat menikmati matahari terbenam  negri di atas awan.
    tempat melihat sunset ini ada di persawahan penduduk,sedikit naik bukit tp masih bisa di akses dgn naik sepeda motor.
    dan luar biasa ketika aku berada di tempat penantian matahari terbenam....
lagi lagi mata camera dipaksa untuk bekerja,tapi aku yakin jika camera ini mampu berkata,dia pasti tidak mengeluh dipaksa merekam keindahan alam yg mempesona di DEsa Wonomulyo..
     Menikmati suatu hal tak harus di keramaian,karna seringkali di kesunyian kita menemukan kedamaian.

0 comments

Instagram of Team :

Tomi - Luwis Jose - Mak Ken - Iksan - Raden Bagoes Kempling - Kang Suroso - Enggar - Toing -